Di tengah hiruk-pikuk dunia maya yang semakin cepat memviralkan siapa saja, sosok @Manataudapat mencuri perhatian. Ukhty berhijab yang awalnya hanya iseng mengikuti lomba nyanyi di sebuah event kampus kini mendadak viral di media sosial. Tidak tanggung-tanggung, video penampilannya tersebar luas di Twitter, Telegram, hingga platform berbagi video seperti Dood dan Terabox. Banyak yang menyebutnya sebagai “Tobrut Pulen” — istilah gaul netizen untuk menggambarkan perpaduan antara polos, lucu, dan ‘fresh’ ala selebgram hijab kekinian.
Awal Mula Viral
Segalanya bermula dari unggahan akun Twitter lokal @CampusLeaksID yang membagikan cuplikan lomba nyanyi di mana @Manataudapat menyanyikan lagu pop Islami dengan suara merdu dan penampilan yang sangat ‘ukhty goals’. Dalam waktu 24 jam, video tersebut ditonton lebih dari 2 juta kali. Banyak komentar seperti:
“MasyaAllah suaranya… bikin adem 😍”
“Dari ukhty jadi asupan mingguan nih!”
Popularitasnya langsung melejit. Grup-grup Telegram mendadak ramai membagikan link video, dan beberapa fans kreatif bahkan membuat versi editan slow-motion lengkap dengan musik latar sinematik.
Fenomena “Asupan Ukhty” di Media Sosial
Apa yang membuatnya begitu viral? Menurut pakar media sosial, netizen Indonesia memiliki ketertarikan besar pada sosok-sosok yang terkesan alami, tidak dibuat-buat, dan punya aura misterius. @Manataudapat memenuhi semua kriteria tersebut.
Ia jarang bicara, akun Twitternya terkunci, namun setiap kali ada update baru — entah repost video dari fans, atau konten singkat nyanyiannya di justpaste.it — warganet langsung menyerbu.
Tren ini disebut sebagai “asupan ukhty pulen” — konten yang bikin nagih, ringan, dan menyenangkan untuk ditonton. Tidak mengandung kontroversi berat, tapi cukup untuk bikin netizen kembali lagi dan lagi.
Platform Penyebaran: Dari Twitter ke Dood dan Terabox
Seiring meningkatnya popularitas, banyak fanbase dadakan bermunculan. Mereka menyebarkan link video ke berbagai platform:
Dood: Digunakan untuk menyimpan cuplikan video yang tidak bisa dibagikan di Twitter karena batas durasi.
Justpaste.it: Untuk menyusun arsip lengkap video dan foto-foto eksklusif dari berbagai event.
Terabox: Digunakan sebagai cloud backup agar “asupan” @Manataudapat tidak hilang ditelan algoritma.
Fenomena ini mengingatkan kita pada masa kejayaan para seleb dadakan era TikTok awal, hanya saja dengan kemasan yang lebih “islami” dan relatable bagi banyak kalangan.
Dari Viral ke Profesional?
Belum lama ini, @Manataudapat dikabarkan mendapat tawaran rekaman dari salah satu label musik indie. Meski belum ada pernyataan resmi, para penggemarnya sudah tidak sabar melihatnya tampil di panggung yang lebih besar.
Beberapa penggemar bahkan membuat petisi online agar dia diundang ke podcast-podcast terkenal seperti Close The Door atau TS Talks. Mereka percaya, kehadirannya bisa membawa angin segar dalam dunia hiburan yang terlalu didominasi sensasi negatif.
Kesimpulan:
Fenomena @Manataudapat bukan hanya tentang viral semata, tapi juga tentang bagaimana karakter sederhana dan orisinal bisa menyentuh hati banyak orang. Apakah dia akan bertahan dan berkembang jadi penyanyi profesional? Ataukah akan tetap menjadi sosok misterius yang hanya muncul lewat link-link eksklusif di Telegram dan Terabox? Hanya waktu yang bisa menjawab.